Renungan Pagi, Senin 17 Maret 2025
Bahan Khotbah di Aula STB HKBP
Senin, 17 Maret 2025
Bacaan pagi: 1 Samuel 25:1-44
Bacaan Malam: 1 Korintus 9:1-27
Bahan Renungan: Yeremia 7:3
“Beginilah firman Tuhan Semesta Alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah lakumu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.”
===========================================
Transformasi Sejati
Sahabat Kristus, transformasi adalah perubahan mendasar dalam hati, pola pikir dan tindakan/perbuatan seseorang sesuai dengan kehendak Tuhan. Melalui Nabi Yeremia, Allah menegur bangsa Israel yang hidup dalam kemunafikan: mereka beribadah di Bait Allah tetapi tetap hidup dalam dosa (ay.6-10). Ibadah mereka hanya upacara ritual keagamaan. Allah menegur serta memanggil mereka untuk memperbaiki jalan hidup agar Dia tetap hadir di tengah mereka. Bangsa Israel percaya bahwa keberadaan Bait Allah menjamin perlindungan damai sejahtera mereka. Namun, Tuhan Allah menuntut perubahan hati dan tindakan.
Mari kita memperhatikan lebih teliti hubungan nas renungan hari ini dengan bahan bacaan pagi yang ditetapkan dalam Almanak HKBP, 1 Samuel 25 tentang Nabal, Abigail dan Daud. Kisah ini dapat memberikan contoh nyata bagi kita mengenai bagaimana seseorang bisa bertransformasi.
Nabal seorang kaya tetapi kasar dan buruk kelakuannya (ay.3). Ia menolak membantu Daud bahkan bertengkar (ay.10-11). Sikap Nabal mencerminkan: kesombongan, egois, ketidakpekaan terhadap perintah Tuhan dalam menolong orang yang membutuhkan. Akibatnya Tuhan menghukum Nabal terkena serangan jantung sepuluh hari kemudian mati sehingga tidak memeroleh kesempatan untuk berdamai (ay.37-38).
Abigail memiliki karakter yang berbeda dari suaminya. Ia bijak dan cantik, peka terhadap situasi dan bertindak untuk mencegah pertumpahan darah (ay.3,18-19), juga rendah hati dan penuh hikmat. Ia meminta ampun bagi suaminya dan mengingatkan Daud agar tidak berdosa karena balas dendam (ay.23-31). Karena kebijaksanaannya, Daud mengubah keputusannya dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Daud seorang yang telah menerima urapan sebagai raja Israel memiliki hati yang mau ditransformasi oleh Tuhan. Setelah mendengar nasihat dari Abigail, Daud segera menyadari kesalahannya dan tidak membalas dendam sehingga ia tetap berada dalam kehendak Tuhan (ay. 32-35).
Sahabat Kristus, transformasi sejati terjadi ketika kita bersedia ditegur dan diarahkan oleh Roh Kudus. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk membawa perubahan kebaikan: Yeremia, Abigail dan lebih jauh dalam bacaan malam (1 Korintus 9:1-27). Paulus menunjukkan teladan sebagai seorang pemberita Injil yang rela mengubah dirinya, melepas haknya demi memenangkan lebih banyak jiwa bagi Kristus.
Pertanyaan yang menjadi oleh-oleh untuk kita dan bagikan kepada keluarga/sahabat:
- Tingkah laku apa saja yang perlu kita perbaiki sesuai perintah Allah dalam konteks Yeremia 7:3?
- Apakah kita cukup rendah hati untuk menerima teguran dan mengalami transformasi seperti Daud?
- Apakah kita rindu mengalami transformasi sejati; bukan sekedar perubahan di luar, tetapi perubahan hati yang nyata dalam sikap dan tindakan membawa damai seperti yang dikerjakan Abigail dan Paulus di tengah dunia yang egois dan kasar?
- Apakah kita rela melepas hak-hak kita seperti yang dilakukan Paulus demi penginjilan?
Sahabat Kristus, mari kini saatnya bagi kita untuk mengalami transformasi sejati sesuai kehendak Tuhan. Amin
Penyaji:
Bvr. Theresnaria Y. Situmorang, S.Psi., M.Psi.