• Tentang STB
    • Akademik
    • Visi dan Misi
    • Contact Us
  • Prodi S1
  • Unit
    • Struktur Tata Pamong STB HKBP
    • Ketua STB-HKBP
    • Wakil Ketua I
    • Wakil Ketua II
    • Wakil Ketua III
    • Kemitraan
    • Unit Penjaminan Mutu
    • UPPM
    • Laboratorium
    • Perpustakaan
  • Kepegawaian
    • Dosen
    • Tendik
  • Download
    • Formulir Penelitian
    • Formulir PKM
    • Formulir Pendaftaran SPMB TA 2025/2026
SEKOLAH TINGGI BIBELVROUW HKBP
  • Tentang STB
    • Akademik
    • Visi dan Misi
    • Contact Us
  • Prodi S1
  • Unit
    • Struktur Tata Pamong STB HKBP
    • Ketua STB-HKBP
    • Wakil Ketua I
    • Wakil Ketua II
    • Wakil Ketua III
    • Kemitraan
    • Unit Penjaminan Mutu
    • UPPM
    • Laboratorium
    • Perpustakaan
  • Kepegawaian
    • Dosen
    • Tendik
  • Download
    • Formulir Penelitian
    • Formulir PKM
    • Formulir Pendaftaran SPMB TA 2025/2026

Renungan

  • Home
  • Renungan
  • Renungan Pagi, Senin, 1 Desember 2025

Renungan Pagi, Senin, 1 Desember 2025

  • Date December 1, 2025

Yesaya 30:19: “Sungguh, hai bangsa di Sion yang tinggal di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Sesungguhnya, Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru: pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab”

(Bvr. Dr. Darna Situmorang, M.Pd.K) 

Saudara yang dikasihi Tuhan, terpujilah Tuhan kita yang telah memperkenankan kita memasuki tahun baru gerejawi, advent pertama ini. Advent adalah masa penantian untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Allah yang menjadi manusia yang lahir di Betlehem tetapi juga terutama menyambut kedatanganNya yang kedua kalinya di akhir zaman. Kita juga merayakan advent ini dalam suasana takut, gelisah karena disekitar kita terjadi perang, tawuran, permusuhan, konflik baik secara nyata atau di dunia maya. Banyak ujaran kebencian, fitnah, dll. Kita merayakan advent ini di tengah banyaknya keluarga yang bercerai, terjadi pembunuhan anggota keluarga sendiri, dan masih banyak lagi. Namun pernahkah kita bayangkan di suatu hari nanti, ada dunia, bangsa, ada keluarga, ada kampus, ada gereja yang penuh dengan kedamaian yang saling mengormati, saling mengasihi, saling membantu, semuanya hidup rukun, damai, sejahtera, hidup bahagia. Pasti kita semua mengidam-idamkan suasana seperti itu. Ternyata hal itu akan terjadi dan itu sudah dinubuatkan oleh Allah.

Israel yang sangat gelisah karena mereka diancam oleh negara Assur dan di dalam negeri mereka sendiri terjad kekacauan politik, ketidakadilan, penindasan, korupsi, kemerosotan moral terutama kemerosotan iman. Walau ibadah mereka meriah namun hati mereka hampa dan kosong penuh dengan kemunafikan. Kulit luarnya saja indah namun mereka kebanyakan menyembah berhala dan meninggalkan Tuhan. Mereka melupakan pertolongan Tuhan dan beralih ke negara adidaya pada masanya yaitu Mesir. Karena itulah Tuhan mengecam mereka dan akan menghukum melalui pembuangan.

Namun Tuhan juga menjanjikan setelah hukuman itu, bila Israel mau bertobat, Tuhan akan mengadakan perubahan besar dalam hidup bangsa-Nya.

Allah akan melawat umat-Nya dan memberikan keselamatan. Tuhan membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas luka itu (bnd. Ay. 26). Itulah penghiburan yang memulihkan semangat baru bagi umat Tuhan, maka berbahagialah orang yang menanti-nantikan Dia.

Dalam masa penantian itu, Allah menjanjikan keselamatan bagi Sion. Umat-Nya tidak terus menangis. Tuhan segera menjawab jeritan dan isak tangis orang-orang yang dikasihi-Nya. Akan ada masa pemulihan sebab Dialah penentu masa depan dan nasib bangsa-Nya dan seluruh dunia. Pelan tapi pasti Tuhan tetap setia kepada umatNya.

Dalam teks ini, Allah menyampaikan janji-Nya kepada bangsa di Sion yang tinggal di Yerusalem: “engkau tidak akan terus menangis… Tuhan akan mengasihi engkau…ia mendengar teriakmu dan ia akan menjawab”. Pertolongan Tuhan itu nyata, asal kita sungguh-sungguh memintanya kepada-Nya bukan kepada yang lain. Ia menjawab seruan kita, Ia hanya sejauh doa, ketaatan  dan kebenaran (bnd, Mat.7:7-11; Yoh 4:24, Yak 5:16).

Adakalanya Tuhan izinkan kesulitan dan pergumulan terjadi dalam hidup kita, bukan untuk membinasakan, justru mengingatkan kita supaya mendekat dan kembali ke jalan-Nya yang benar.  Bila kita pernah merasa jauh dari Tuhan, kembalilah menemui jalan-Nya dan belajar melalui Firman-Nya. Sebab itu sebagai suluh dan penuntun hidup kita. Firman-Nya itu juga yang menerangi jalan kita.

Hari ini, Civitas akademika Sekolah Tinggi Bibelvrouw telah memasuki Ujian Akhir Semester. Masa menanam itu telah selesai, kini kita masuk ke masa panen raya. Masa perayaan dengan sukacita karena kita akan naik level. Rayakanlah sukacita itu dengan jujur, mengandalkan Tuhan bukan bergantung kepada orang lain yang barangkali kamu anggap lebih kuat, lebih pintar, dll.

  • Share:
author avatar
stbibelvrouw

Previous post

Mahasiswa STB HKBP Jadi Juri Dalam Lomba CCA Tingkat SMP Se-Kabupaten Toba
December 1, 2025

Next post

Renungan Pagi Senin, 08 Desember 2025
December 8, 2025

You may also like

website
Renungan Pagi (Senin, 02 Maret 2026)
2 March, 2026
download
Renungan Pagi (Senin, 23 Februari 2026)
23 February, 2026
pak toar
Renungan Pagi (Senin, 16 Februari 2026)
16 February, 2026

Leave A Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

SEKOLAH TINGGI BIBELVROUW HKBP

Jln. Partahan Bosi Hutapea No. 1 Laguboti 22381
Toba Samosir-Sumatera Utara-Indonesia
Email:stb.hkbp
Telp.0632-331502

Official Site by Webmaster @ Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP.