Renungan Pagi (Senin, 02 Maret 2026)
Senin, 02 Maret 2026
YEHEZKIEL 3 : 17
“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana Engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”
Saudara Yang Terkasih dalam Kristus Yesus,
Yehezkiel adalah Nabi yang dipilih dan diutus Allah ke Tengah bangsa Israel yang pada saat itu sedang dalam situasi sangat pelik. Allah mengutus Yehekiel ke tengah bangsa Pemberontak, pemberontakan itu dimulai dari sejak nenek moyang mereka (Yeh. 2: 3). Itu artinya tugas panggilan Yehezkiel memiliki banyak tantangan, sebab Tuhan Allahpun sudah ditolak bangsa itu, apalagi jika Yehezkiel yang menyampaikan pemberitaan Firman. Namun Allah tetap memilih Yehekiel, sebab bagi Allah Firman harus diberitakan baik atau tidak baik waktunya, Firman Tuhan harus tetap diberitakan di segala tempat dan waktu. Dalam Panggilan inilah Yehezkiel disebut Allah sebagai ”Penjaga Israel”.
Saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,
Allah memanggil Yehezkiel untuk menyatakan Firman Allah di tengah bangsa Israel yang penuh dengan dosa. Allah menyebut Yehezkiel sebagai Penjaga Israel. Penjaga berarti orang yang bertugas untuk mengawal, melindungi dan bertanggung jawab untuk keselamatan dan keamanan orang dijaganya. Artinya Yehezkiel dipanggil Allah untuk mengawal, melindungi dan bertanggung jawab untuk keselamatan dan keamanan bangsa Israel, bangsa yang penuh dengan kehidupan dosa. Sebuah panggilan yang sangat besar, sebab sesungguhnya bangsa itu memang sudah sangat jauh dari Allah. Dalam Panggilan itu, Allah menyampaikan kepada Yehezkiel untuk menyampaikan setiap firman yang diberikan kepadanya kepada bangsa itu. Allah memberikan Yehezkiel kepercayaan penuh, sebuah tanggung jawab besar yang bahkan bila kita renungkan sampai pada ayat 18-21, terlihat pada pernyataan tegas Allah kepada Yehezkiel, bahwa tanggung jawab sebagai penjaga ini harus dikerjakan sebab jika Yehezkiel lalai, maka dari Yehezkiel Allah akan menuntut pertanggung jawaban atas nyawa orang-orang yang tidak dijaga olehnya. Namun sebaliknya, bila Yehezkiel setia pada panggilannya maka kepadanya Allah akan memberikan keselamatan.
Saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,
Bagaimanakah Yehezkiel menyampaikan Firman Allah kepada bangsa Israel?
Dalam Firman ini terlihat, bahwa Yehezkiel memulai panggilannya sebagai Penjaga Israel dengan berdasar pada Firman yang disampaikan Allah padanya. Itu artinya, dasar dari sebuah panggilan adalah Firman Allah dan hubungan yang intim dengan Allah. Artinya, ada proses dimana Allah terlebih dahulu memperlengkapi dia untuk selanjutnya menyuarakannya kepada bangsa Israel itu. Ini juga berrarti bahwa Yehezkiel, dalam tugas panggilannya adalah untuk menyampaikan kemuliaan Tuhan, suara Tuhan bukan sura pribadinya, bukan untuk kemuliaan dan kepentingannya.
Dengan demikian, ada beberapa point penting yang mau diajarkan bagi kita dalam Firman ini:
- Yehezkiel disebut sebagai penjaga Israel, Nabi yang dipanggil di tengah bangsa Israel, bangsa pemberontak. Tugas yang dipercayakan Allah kepadanya untuk menyatakan firman bagi bangsa itu, yakni firman yang dia dengar dari Allah. Demikianlah kita belajar dari panggilan Allah atas Yehekiel itu, bahwa kitapun adalah orang-orang pilihan Allah, kepada kita diberikan tanggung jawab untuk menyatakan dan menghidupi firman, untuk didengar dan dilihat oleh banyak orang. Firman harus dinyatakan baik ataupun tidak baik waktunya, sebagaimana yang disampaikan oleh Paulus kepada Timotius dalam 2 Tim. 4:2, bahwa setiap orang yang percaya dipanggil untuk memberitakan Firman Tuhan, menyatakan yang salah dan menegur serta menasehati. Melalui firman yang kita nyatakan lewat perkataan dan hidup kita, maka kita dapat mengingatkan dan mengarahkan orang lain mengenal Dia.
- Panggilan Yehezkiel untuk bangsa itu, berdasar pada Firman Allah. Allah mengingatkan Yehezkiel bahwa setiap kali ia mendengar firman dari Allah, maka Yehezkiel diperintahkan untuk memperingatkan bangsa itu. Artinya, ketika Yehezkiel menjalankan tugas panggilannya adalah atas dasar Firman yang Allah berikan baginya, atas adasar perintah dari Allah dan untuk kemuliaan Allah. Firman adalah pondasi kuat dalam pelayanan Yehezkiel, ”bukan katanya namun kata Allah”. Dalam hal ini kita diingatkan, dalam pelayanan kehidupan kita sebagai umat percaya yang memberitakan firman, dasar dari pelayanan ini adalah Allah dan untuk kemuliaan Allah. Dasar dari pelayanan dan pemberitaan firman adalah dari Allah saja.
- Peringatkanlah mereka!. Yehezkiel diperhadapkan pada bangsa pemberontak yang jelas sudah menolak Allah bahkan sejak nenek moyangnya, namun kepada merekalah Allah mengutus Yehekiel. Ketika Allah katakan ”peringatkanlah mereka”, ini bukan tugas yang mudah, karena bisa saja mereka menolaknya bahkan mungkin menmberontak. Demikian juga kita, dalam menjalankan tugas memberitakan firman inipun, apalagi bila harus mengingatkan orang-orang sering kali menghadapi penolakan, ada istilah ”nggak enak hati”, kalau diperingati bisa menimbulkan rasa sakit hati, banyak pertimbangan sebelum menegur dan memperingati orang lain, sehingga sering kali menjadi tidak berani melakukannya lalu lahirlah istilah ”masa bodoh, asal bukan saya yang salah”. Inilah tantang buat kita dalam melaksanakan point ketiga ini, namun panggilan Allah adalah panggilan yang harus dipertanggung jawabkan, sebagaimana tertulis dalam Yak. 4:17; ”sebab jika kamu tahu apa yang benar untuk dilakukan tetapi kamu tidak melakukannya, maka kamu berdosa”, itu juga berarti jika kamu tahu bahwa kamu harus mengingatkan orang lain akan dosanya namun kamu tidak melakukannya maka kamu berdosa. Hal yang sama juga ditegaskan Allah kepada Yehekiel dalam Yeh. 3: 20, bahwa bila kita tidak mengingatkan orang akan dosanya, maka Tuhan akan menuntuk darahnya pada kita. Dengan demikian, jangan gentar tetaplah menyatakan firmanNya.
AMIN!
Salam,
Oleh “Pdt. Jimmy Marshal Tambunan, M.Th.”

