Renungan Pagi (Senin, 26 Oktober 2026)
2 Petrus 3:9
“Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang mengangapnya sebagai kelalaian, tetapi ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”
Saudara terkasih dalam Kristus Yesus….
Doa adalah jembatan komunikasi kita dengan Tuhan. Saya ingin bertanya kepada adek-adek saya mahasiswa STB, Pernahkah kamu berdoa tetapi kamu merasa bahwa doamu itu tidak dijawab Tuhan, lambat atau merasa terlalu lama Tuhan menjawab dan bertindak dalam hidupmu? Pasti kita pernah merasakannya ya. Kita mau nya kalau kita berdoa cepat-cepat Tuhan mengabulkannnya, cepat-cepat Tuhan dengar dan cepat diberikan sesuai dengan keinginan atau permintaan yang kita kehendaki. Apalagi waktu mau ujian pasti kita banyak2 berdoa, minta Tuhan bantu dalam ujian ini tapi malas belajar, 1 jam belajar 5 jam tidur sehingga waktu mengisi soal ujian tidak tahu menjawabnya, yang disalahkan Tuhan, yang dituntut Tuhan tidak membantu dalam menjawab soal ujian padahal sudah berdoa, Janji dengan Tuhan setelah lulus dan masuk STB ini jadi anak baik ternyata setelah dijalani diasrama, mengeluh karena banyak peraturan dan beragam sifat teman-teman dikampus, dan disalahkan Tuhan, malah berdoa cepat libur.
Saudara terkasih….
Tuhan tidak pernah ingkar janji atau lalai dengan janjinya, walaupun kadang kita manusia yang sering ingkar janji kepada Tuhan, janji kepada Tuhan untuk menjadi manusia baik ternyata kita masih mau melakukan kejahatan dan dosa, kita janji kepada Tuhan untuk hidup setia kepadanya namun ketika ada problema dalam hidup kita pergi mencari jalan pintas yang aman menyelesaikannya, tahunya kita menuntut dan menyalahkannya bahkan mengharap lebih dari apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Padahal kita tidak tahu bahwa Tuhan panjang sabar terhadap kita, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat dan menanti kita kembali kepadanya. Tuhan tidak menginginkan kita terus jatuh dalam dosa terus menerus melainkan yang di inginkan Tuhan kita berbalik kepadanya, meninggalkan kejahatan lama, karena Tuhan tidak menginginkan kematian orang fasik melainkan berkenan dengan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya dia hidup. Bisa kita lihat di Yeheskiel 33:11.
Saudara-saudara terkasih…
Surat 2 Petrus ini dikirimkan Rasul Petrus kembali kepada jemaat, agar mereka percaya akan janji Tuhan yang akan dinyatakan dalam kehidupan manusia, janji kalau hari Tuhan akan tiba dan semua orang mau bertobat kembali kejalan yang benar. Bisa kita lihat bagaimana janji Allah kepada Abraham diusia tua nya Tuhan memberkati dan mengenapi janjinya yang mana dia setia dan taat, Tuhan memberi keturunan kepadanya yaitu Ishak, dan menjanjikan keturunanya akan seperti bintang dilangit dan menjadikan dia bangsa yang besar dan menjadi bapa orang percaya. Begitu juga dengan janji Tuhan dengan Nabi Nuh didalam kesetiaan dan ketaatannya Kepada Tuhan dimana dia diselamatkan dari air Bah bersama dengan keluarganya dan Tuhan memberi tanda pengingat perjanjian yaitu pelangi diawan.
Saudara terkasih dalam Kristus Yesus…
Melalui firman kita pagi ini kita diajak untuk setia dan percaya hanya kepada Tuhan, mengunakan waktu yang singkat ini dengan baik, terutama berdoa meminta kekuatan didalam menjalani hidup ini, tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, ingatlah Tuhan tidak pernah ingkar janji dia selalu mengenapi janjinya dan memberi kita kesempatan untuk kita bertobat dan kembali kepadanya, dengan kematian Yesus dikayu salib tujuannya untuk menebus dosa kita, mendamaikan Manusia dengan Allah Bapa dan memberikan keselamatan serta hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Amen.
OLEH “Bvr. Yoanna Simanjuntak”

