Renungan Pagi (Senin, 16 Februari 2026)
Amsal 3 : 5–6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Kitab Amsal merupakan kitab hikmat. Isinya berupa puisi, perumpamaan, dan ajaran kehidupan. Dalam budaya Batak, kita mengenal yang mirip dengan itu, yaitu umpasa, yang berisi nasihat kehidupan. Demikian juga Amsal mengajarkan kehidupan sederhana dalam kebenaran, serta menuntun kita bagaimana hidup sebagai orang yang bersaksi bagi Allah. Amsal mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa yang mendidik umat-Nya. Ia membentuk kita melalui firman dan hikmat-Nya supaya kita hidup benar di hadapan-Nya.
Firman Tuhan hari ini berkata:
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu.”
Kalimat ini adalah sebuah perintah. Kata “percayalah” menekankan sikap bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Artinya kita tidak boleh setengah-setengah, tidak boleh ragu, tidak boleh berpaling sedikit pun. Percaya kepada Tuhan berarti percaya sepenuhnya, mutlak, tanpa syarat. Karena itu hidup kita tidak boleh menyimpang ke kiri atau ke kanan, tetapi harus lurus kepada Tuhan dengan segenap hati. Segenap hati berarti seluruh hidup kita kita serahkan kepada Tuhan. Dari pagi hari ketika kita bangun, saat kita bekerja atau belajar, ketika makan, siang hari, sore hari, malam hari, sampai kita beristirahat kembali — seluruh hidup kita berada dalam tangan Tuhan.
Kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan:
dalam doa,
dalam bimbingan Tuhan,
dalam penyertaan Tuhan,
dan dalam perlindungan Tuhan.
Firman selanjutnya berkata:
“Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
Saudara-saudari, jika kita bersandar hanya pada pengertian kita sendiri, kita bisa salah. Kita bisa menyimpang. Kita bisa jatuh dalam keputusan yang buruk. Bahkan hidup kita bisa menjadi penuh masalah.
Oleh karena itu biarlah Tuhan yang membimbing kita, Tuhan yang mengarahkan kita, dan Tuhan yang menuntun kita. Pada akhirnya, hidup yang dipimpin Tuhan akan membawa kita kepada sukacita, kebahagiaan, dan damai sejahtera di dalam Dia.
Firman Tuhan juga berkata:
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Kata “akuilah” berarti kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Kita bersedia tunduk pada otoritas-Nya dan menjadikan firman-Nya sebagai pedoman dalam seluruh tujuan hidup kita.
Jika kita hidup bergantung kepada Tuhan dan berjalan sesuai kehendak-Nya, maka Tuhan sendiri yang akan meluruskan jalan kita. Artinya Tuhan akan memberi tuntunan yang benar, menyingkirkan hambatan dalam hidup kita, memberi kekuatan menghadapi kesulitan, dan menuntun langkah kita sesuai kehendak-Nya.
Namun semua ini harus nyata dalam kehidupan sehari-hari kita, yaitu dengan:
Rajin berdoa
Rajin membaca Firman Tuhan
Hidup seturut Firman Tuhan
Hidup dalam ajaran Tuhan
Sehingga kita dapat berperilaku baik dan benar dalam kehidupan setiap hari.
Kiranya firman Tuhan ini menolong kita untuk semakin percaya kepada-Nya dengan segenap hati, tidak bersandar pada diri sendiri, tetapi menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam pimpinan Tuhan.
Amin.
Oleh “Pdt. Togar Simanjuntak, S.Th.”

