• Tentang STB
    • Akademik
    • Visi dan Misi
    • Contact Us
  • Prodi S1
  • Unit
    • Struktur Tata Pamong STB HKBP
    • Ketua STB-HKBP
    • Wakil Ketua I
    • Wakil Ketua II
    • Wakil Ketua III
    • Kemitraan
    • Unit Penjaminan Mutu
    • UPPM
    • Laboratorium
    • Perpustakaan
  • Kepegawaian
    • Dosen
    • Tendik
  • Download
    • Formulir Penelitian
    • Formulir PKM
    • Formulir Pendaftaran SPMB TA 2025/2026
SEKOLAH TINGGI BIBELVROUW HKBP
  • Tentang STB
    • Akademik
    • Visi dan Misi
    • Contact Us
  • Prodi S1
  • Unit
    • Struktur Tata Pamong STB HKBP
    • Ketua STB-HKBP
    • Wakil Ketua I
    • Wakil Ketua II
    • Wakil Ketua III
    • Kemitraan
    • Unit Penjaminan Mutu
    • UPPM
    • Laboratorium
    • Perpustakaan
  • Kepegawaian
    • Dosen
    • Tendik
  • Download
    • Formulir Penelitian
    • Formulir PKM
    • Formulir Pendaftaran SPMB TA 2025/2026

Renungan

  • Home
  • Renungan
  • Renungan Pagi (Senin, 23 Maret 2026)

Renungan Pagi (Senin, 23 Maret 2026)

  • Date March 23, 2026

Habakuk 1:5

 “Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, terheran-heran dan tercenganglah, sebab Aku akan melakukan sesuatu pada zaman mu, yang jika diceritakan tidak akan kamu percayai”.

 

“Bereng hamu humaliang di tongatonga ni angka bangso parbegu, jala pamanat hamu asa marseto situtu rohamuna! Ai patulutonHu do sada ulaon di angka arimuna, ndang parhatopotonmuna, tung sura adong halak pajojorhon i tu hamu”.

 

Saudara, kalau kita membaca konteks nas hari ini adalah tentang keluhan nabi atas ketidak adilan yang terjadi di tengah-tengah bangsa Yehuda (Israel Selatan) pada waktu itu. Di sana terjadi kekerasan, kejahatan, kelaliman, aniaya, perbantahan dan pertikaian menjadi-jadi, keadilan tidak pernah ditegakkan sebaliknya keadilan diputarbalikkan. Di tengah situasi yang seperti itulah, nabi Habakuk berseru kepada Tuhan, dan mengatakan: berapa lama lagi ya Tuhan?

Saudara pertanyaan nabi Habakuk ini bisa menjadi pertanyaan kita saat ini kepada Tuhan. Ada yang bertanya seperti ini kepada Tuhan? Berapa lama lagi ya Tuhan? Ada orang yang sakit, tidak sembuh-sembuh, dia bertanya berapa lama lagi ya Tuhan? Ada orang yang menderita di dalam hidupnya, lalu pertanyaan ini kembali muncul, berapa lama lagi ya Tuhan. Ada orang yang mengalami kekerasan, ketidak adilan lalu dia bertanya, berapa lama lagi Tuhan? Ada yang sedang menulis skiripsi berapa lama lagi ya Tuhan selesai penelitian ku ini? Tapi yang jomblo tidak usah bertanya berapa lama lagi ya Tuhan aku jomblo? Karena seperti kata Pengkhotbah, semua yang terjadi di bawah kolong langit ini ada waktunya.

Berapa lama lagi ya TUHAN, aku berteriak tetapi tidak Kau dengar; aku berseru kepadaMu, “kekerasan” tetapi tidak Kau tolong?

Dan ayat 5 ini yang menjadi khotbah pagi ini adalah merupakan jawaban Allah terhadap doa, seruan, teriakan dari nabi Habakuk. Apa jawaban Tuhan? Tuhan mengatakan:  “Aku akan melakukan sesuatu pada zaman mu, yang jika diceritakan tidak akan kamu percayai”. Apa yang tidak akan dipercayai itu?

Ayat 6, Allah akan membangkitkan orang Kasdim. Dijelaskan bahwa orang Kasdim ini adalah bangsa yang ganas dan berangasan (berangasan: mudah sekali naik darah dan gemar berkelahi, ganas dan kasar), bangsa yang mengerikan dan menakutkan. Bangsa ini akan menyerbu Yehuda dengan dahsyatnya. Mereka mengalahkan para raja dan penguasa Yehuda.

Itu artinya bahwa Allah akan menghukum bangsa Yehuda melalui orang  Kasdim. Orang Kasdim akan menjadi  suatu cambuk penghajaran dalam tangan Allah. Inilah pekerjaan yang tidak akan dipercayai jika diceritakan. Hal itulah yang membuat bangsa Yehuda akan terheran-heran dan tercengang, termasuk nabi Habakuk.

Tidak dapat dipercayai bahwa Allah akan bertindak demikian terhadap umatNya, dan akan memakai suatu alat yang tidak diduga-duga. Sebab bagi orang Kasdim, keadilannya berasal daripada nya sendiri (7b) dan mencemoohkan segala kekuasaan (ay.10), mereka mendewakan kekuatannya sendiri (ay. 11) dan bagi mereka kekuasaan adalah kebenaran.

Saudara lalu apakah pesan yang mau disampaikan oleh Firman Tuhan ini kepada kita saat ini?

Pertama, Apakah pertanyaan berapa lama lagi Tuhan, dijawab oleh Tuhan?  Jawabannya tentu dijawab oleh Tuhan. Kita tidak perlu ragu soal itu sebab Dia adalah Allah yang mendengar setiap doa-doa yang kita panjatkan. Jawabannya bisa ya dan tidak. Sebab tidak pun adalah jawaban doa. Allah akan menjawab doa, seruan kita kepadaNya, sama seperti Allah menjawab nabi Habakuk dalam nas ini. ,Soal waktunya Tuhan yang tahu, sebab Allah akan menjawab kita sesuai dengan waktuNya bukan waktu kita. Jawabannya dapat membuat kita terheran-heran dan tercengang.

Kedua, Dari firman Tuhan ini kita belajar bahwa Tuhan tidak membiarkan  kekerasan, kejahatan, kelaliman, aniaya, perbantahan, pertikaian terjadi di muka bumi ini. Saya yakin, ini tidak ada di asrama ya. Dia, Tuhan dapat menghentikannya. Allah mampu menghentikannya dengan cara yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Tuhan tidak pernah diam dengan kejahatan yang terjadi di tengah-tengah dunia ini, di sekeliling kita. Tetapi sebaliknya Tuhan menghendaki agar umat manusia itu hidup di dalam kasih, saling menopang. Ada satu nyanyian yang sering dinyanyikan mahasiswa  kalau malam baik: “Satukanlah hati kami tuk memuji dan menyembah….saling mengasihi di antara kita Keluarga Sekolah Bibelvrow…

Kita adalah satu keluarga, datang dari berbagai daerah dari keluarga yang berbeda tetapi diperstukan di STB, untuk saling mengasihi.

Yang terakahir, Dari firman Tuhan ini kita belajar bahwa ternyata Allah dapat memakai orang yang tidak seiman dengan kita dipakai Allah untuk menegur kita. Orang Kasdim dipakai Tuhan untuk menghajar bangsa Yehuda.  Saudara, Pernahkah kita mengalaminya? Saudara tidak, teman pun tidak tapi bisa-bisanya mengingatkan kita. Ini menjadi sebuah perenungan bagi kita, bahwa memang  sulit bagi kita menyelami pekerjaan Allah dalam hidup ini, sebab siapapun dapat dipakaiNya untuk menegur, mengingatkan kita supaya kita hidup sesuai dengan kehendakNya.  Amin.

 

oleh Ibu “Pdt. Reni Tiar Linda Purba, M.Th.”

  • Share:
author avatar
stbibelvrouw

Previous post

Renungan Pagi (Senin, 09 Maret 2026)
March 23, 2026

Next post

Renungan Pagi (Senin, 30 Maret 2026)
March 30, 2026

You may also like

pedang
Renungan Pagi (Senin, 11 Mei 2026)
11 May, 2026
timoteus
Renungan Pagi (Senin, 04 Mei 2026)
4 May, 2026
tessalonika
Renungan Pagi (Senin, 27 April 2026)
27 April, 2026

Leave A Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

SEKOLAH TINGGI BIBELVROUW HKBP

Jln. Partahan Bosi Hutapea No. 1 Laguboti 22381
Toba Samosir-Sumatera Utara-Indonesia
Email:stb.hkbp
Telp.0632-331502

Official Site by Webmaster @ Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP.